Menghilang …
Detik waktu berjalan seakan tak peduli
Sejumput cerita sepenggal-penggal asa tertulis di sini
Hanya suara petikan jarum jam yang berbisik
Saat detiknya akan pergi
Berjuta detik lebih telah tertapaki
Ada di saat senyum sapa mewarnai
Bila duka jua menyapa pergi
Berbalut kasih sahabat sejati
Selamat tinggal Raudah Marsyaku
Berpisah denganmu tak berarti kehilangan
Hijaumu penuhi batinku
Sejukmu hadir dalam nyataku
Selamat tinggal teman
Pertemuan ini kan jadi kisah kenangan
Perpisahan tak berarti kehilangan
Trimakasih atas perkenalan yang indah ini
Buat para sahabatku yang sudah dengan setia megunjungi Raudah Marsya yang begitu sederhana ini, trimakasih atas perkenalan indah ini. Salam ukhuwah dan mohon maaf bila selama interaksi bersama ada begitu banyak kesalahan dan kekurangan yang saya perbuat.
Ima pamit yahh..dan “Raudah Marsya” mohon undur diri …
jika pertemuan itu karena Allah maka semoga perpisahan pun karena Allah semata
~SEMANGAT!~ ^_^
Puji syukur kepada Allah yang dengan nikmat-Nya semua kebaikan menjadi sempurna, puji syukur yang melimpah, baik, dan penuh berkah. Semua kebenaran adalah milik Allah semata, dan segala kesalahan bukanlah kehendak Allah dan Rasul-nya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad beserta keluarganya.
Wassalam
Ajrul Hikmah Anwar
5 November 2009
4 comments 16 November 2009
Untuk Hari Ini

Hari ini 3 Ramadhan, di kampus awal masuk kuliah semester ganjil, kampus sudah teramat ramai tidak seperti biasanya. Ada asa yang semakin memberi semangat langkahku. Tenang masih sangat tenang dalam keramaian. Senyap masih sangat senyap dalam lalu lalang mahasiswa/mahasiswi baru. Sesekali diantara mereka memecahkan senyuman, sesekali pula menghampiri menyapa dan bertanya…ahh itulah MABA, bertemu jilbaber seakan menemukan penunjuk jalan yang tepat
.
Melangkah memasuki ruang Dekan…hmm ternyata tak menemukan Pak Dekan (Pembimbing 1), bergegas ku naik ke lantai 3 Prodi berharap bertemu pembimbing 2..huuuff hasilnya juga nihil. seperti biasa pilihan untuk menunggu itu yang paling tepat..ya iyalah soalnya gak ada pilihan lain kaliii
.
Menunggu..menunggu dan menunggu…uhuuuuy seperti mendapatkan angin segar, ternyata dapat kabar dari temen kalau sang Dekan sedang mengajar di ruang kuliah lantai 2. segera aku turun dan menunggu di luar ruangan sampai kuliah usai, alhamdulillah ditemani oleh seorang teman yang juga mahasiswa bimbingan pak Dekan
.
Kuliah usai…
Pak Dekanku keluar ruangan, bergegas kami memanggil beliau yang nampak terburu-buru,…yahhh karena kami tau sekitar setengah jam lagi beliau ada jadwal rapat..fiuhhh (seperti biasa).
kusodorkan… “mana?…sudah?…metodologi?..ada karakteristik dan sifatnya?…ok.. ACC SEMINAR 1 ……..”
alhamdulillah… ini yang kutunggu sejak lama
segera aku bergegas naik ke lantai 3, menemui pembimbing 2 alhamdulillah ada. kuketok pintu ruangannya, dan masuk…
sekitar setengah jam berkonsultasi dengan beliau,..fiuhhh. ternyata begitu banyak revisi…huaaaaa ternyata masih kurang di sana sini..tak mengapalah, lebih baik dibantai pembimbing 2 saat ini dari pada dibantai pas seminar nanti..hehehe soalnya pembimbing 2 ku ini terkenal pembantai nomer wahid.
alhamdulillah ‘alaa kullihal
kini asa itu masih tersimpan..
semoga esok ada asa yang tersampaikan..
*di sela-sela revisian ... semangaddd!
11 comments 24 August 2009
Untitled 3
Entahlah…
apakah karena menunggu jejakmu seakan membekas dalam dinding jiwaku?
Aku..
ingin tuntaskan sekali lagi mimpi tentangmu
kini di seberang jalanmu
yang datang dengan membawa sejuta tangkai bunga berwarna warni
namun..
pandanglah
hanya ada satu
mawar putih yang engkau tanam
di setiap sudut taman hatiku
290609
10 comments 4 August 2009
Kamar Hijau
Di sini
Ada dindingmu yang tiap saat menjadi saksi suka dukaku
Ada lantaimu yang menjadi temanku berpijak pada letihku
Ada langit-langitmu yang berhias lampu
Di kala terang dan gelapku
Ada pintumu yang setia menyambut kedatanganku
Padamu, bersamamu
Adalah lukisan cerita yang tak terhingga
Dirimu, dalammu
Setia temaniku menghirup nafas kesyukuran tiap detik waktuku
Tatapmu tau
Setiap tingkah tertulis yang ku rangkai dalam tiap penantian panjangku
Katamu bisu
Mengucap sya’ir mimpi lelapku
Ahh…
Kamar hijauku ~
310709
8 comments 31 July 2009
Untitled 2
Kini ku duduk di pinggir telaga
Menatap indahnya bunga teratai
Yang terapung bergerak dengan lembutnya
Putih bak mutiara di atas air
(more…)
8 comments 11 July 2009
Air Mata Mutiara

mutiaraku sudah sembuh..horrrrrrieeeeyyy
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.” Si ibu terdiam, sejenak, “Aku tahu bahwa itu sakit anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut. (more…)
11 comments 29 June 2009
Besok Besok Besok :)
Gak tau mau nulis apaan,..yahh sambil nunggu Pak Helmi pembimbingku, mainin jari-jariku ajah nari-nari di atas Mutiara sambil menatapnya, duhh cantik juga si Mutiara ini hihihi (si mutiara nama lepiku). lagian udah lama banget gak nulis di Raudah Marsya lagi T_T. maap yah Syah maap !
Ehhh jadi ingat, besok pan kak Unga Nikah, udah ada planning ntar sore pulang dari kampuz mau ke rumahnya, hihihi seminggu gak ketemu jadi kangen juga, tapi tadi pagi sudah telpon-telponan,..jiaaahhh kak unga di telpon malah teriak histeris “huaaaahuuuuuuuuhuuuuhuuu”. Senyum hayuk senyum yuk kak hehehehe *yang ini beneran gak lagi ngeledekin kak Unga, abisnya senyum aja koq susah buanget padahal udah mau nikah.
Akhirnya, kakakku sekaligus temen paling dekat saat ini, besok bakal menyempurnakan separuh agamanya, jadi inget awal mula jumpa dengan kak Unga, hmmm sedikit cerita tapi kalau banyak juga, ya maap
. Awalnya kami cuma kenal lewat blog, yah kenalnya lewat-lewat aja tapi pake permisi koq hihihi. Nah ni gara-gara bu Afra akhirnya saya dan kak Unga ketemu deh, karena Afra kenal baik dengan kak Unga dan demikianpun saya yang kenal baik dengan Afra, hingga suatu waktu tejadi pembicaraan yang serius tapi santai lewat YM sama kak Unga, hahahaha oupsss hihihi ternyata kami tinggal sekompleks *dunia koq jadi sempit amat
Pertama kali mau janjian ketemuan di rumah kak Unga, ehh taunya gak jadi soalnya kak Unga ngantor suka pulang sampe sore, akhirnya janjiannya ketemuan di Kantor Kak Unga deh, penasaran juga emang kak Unga wujudnya kek apa sih? Hehehe soalnya gak pernah saling tukeran foto..detik-detik saat perjumpaan kami, koq jadi deg-degan?
*lebay ON. Sampai di kantor kak Unga, segera ku telpon “kak udah nyampe hehhe” akhirnya kutunggu kak unga di lantai 1, soalnya ruangan Kak Unga di lantai 2 dan akhirnya pertemuan itu terjadilah, bisa di tebak kami salaman, bertatapan, saling senyum *saya sedikit malu-malu hehehe, cipika cipiki dan akhirnya ngobrol sana sini curhat-curhatan dah, ehhh iya waktu itu langsung telpon Afra mau buat dia mupeng kita dah ketemuan hahaha *si buu afra yang waktu itu lagi nyiapin pernikahannya
Ahh kak Unga jadi ingat saat bersama, saat dimana diriku merasa sendiri, saat hari-hari sulitku, sedihku, sakitku *lebay lagi hehe. Iyap tapi bener loh, ketika saya butuh temen, butuh kakak, butuh sahabat Allah mengirimkan kak Unga untuk jadi temanku melukis hari-hari indahku, membantu ku merajut benang-benang cerita indahku. Ahhh kak Unga saat waktu senggang kadang kita sering ke MP (Mall panakukang), liat-liat sepatu, tas, belanja kain buat jubah hihhihi truss makan-makan di solaria
. trus pernah nemenin ke tempat ta’lim, kita ta’lim bareng di UIN, waktu itu sempat kak Unga sakit perut gara-gara belom makan siang T_T.
Ahh kak Unga jadi inget tiap kali kita pulang bareng, kujemput dirimu di Kantor, kadang menunggu dengan sabar, duduk manis di sampingmu hehehe, kek anak nunggu ibunya kerja di Kantor
. inget juga tiap pulang naik angkot yang bising, ditengan kebisingan itu kadang kita hanya diem-dieman, kadang bertemu muka, dan saling tersenyum. Kadang juga sering kudengar yang terlisan dari bibir kak Ungaku “ngantuk maa” dan saya hanya tersenyum saja melihat tingkah kak Unga yang kemudian tertidur di pundakku. Ahhh kak Unga, inget juga gara-gara ngantuk yang teramat sangat mungkin, sampai-sampai ada kejadian lucu. Ceritanya gini, hehehe *tertawa duluan
. kak Unga yang setelah tertidur di atas angkot kubangunkan “kak… kak dah mau nyampe” dengan terkantuk-kantuk kak unga bangun dari tidurnya sambil ngerogoh saku tasnya buat ngambil duit “biar unga yang bayar ma!”,..hehehe saya yang juga sedang nyari-nyari duit buat bayaran angkot tiba-tiba menghentikan pencarian. Oke deh kali ini dibayarin lagi ma kak Unga itung-itung gratisan lagi
. dan saatnya turun dari angkot, segera kak Unga nyerahin duit yang dari tadi udah dipegangnya….hahahaha oupsssss pak sopirnya bengong, ternyata duit yang dikasih kak Unga duit seribuan. Dasyaaaaaarr kak Unga xixixixixi duit seribuan dikira sepuluhribuan, ngantuk sih. sepanjang perjalanan ke rumah yang ada kita tertawa terus
…pisss kak ^_^v akhirnya janjiku buat ceritain kejadian itu terbayar sudah hehehe. Ahhh kak Unga walau waktu yang tidak begitu lama bersamamu tapi sudah cukup banyak melukiskan cerita panjang tentangmu di lembaran hati. Seminggu tak jumpa..terakhir kali pergi bareng ke anjungan pantai Losari yang setiap kali ke sana bisa sedikit menghapus gundahmu, ku bersamamu dan semoga selalu bersama mungkin tak selalu di mata tapi ada dihati. Hanya do’a yang kini ku kirimkan untukmu semoga bahagia, apa yang menjadi pilihan Allah kini untukkmu, itulah yang terbaik insyaALLAH. Senyum donk kak senyum hehehehe
Doa untuk pengantinnya besok nyusul yah kak, InsyaAllah diriku datang di hari bahagiamu…akad akad akad
16 comments 23 June 2009
Untitled 1
Menelusuri jejak-jejak prasasti
Menemukannya dalam coretan sejarah
Rasanya seperti menusuk
Tapi..
Tetap kuingin tersenyum di atas tenangnya tetesan air mata
Entahlah…
280509
* saat malam menanti pagi
19 comments 28 May 2009
Aku dan Embun Malam
Kutanyakan pada embun malam
Tidakkah kau rindu menjadi embun pagi?
Membasahi dedaunan dan mawar putihku
Indah dipandang berjuta mata
Dinanti segarnya setiap pagi
8 comments 23 May 2009













